Orang
bijak mengatakan bahwa menabung adalah rahasia hidup sejahtera, ada pula
peribahasa yang mengatakan hemat pangkal kaya. Masalah menabung atau hemat
menjadi hal yang menarik karena adanya fenomena paradaoks menabung atau
paradoks hemat (Paradox of Saving). Paradoks
menabung atau hemat dapat diartikan secara sederhana sebagai hal yang baik, tetapi
kalau sebagian besar orang terlalu hemat dan mengurangi belanja, maka hal
tersebut menjadi tidak baik, bahkan berubah menjadi amat merugikan. Sesuai
pandangan arus utama terhadap paradoks tersebut, kalau semua orang terlalu
berhemat dan mengurangi belanja, maka hal itu akan menimbulkan efek
domino. Pemilik bisnis akan kekurangan pembeli, ini akan menggerus
keuntungan, sehingga perusahaan pun terpaksa harus mengurangi pekerja.
Dengan berkurangnya pekerja, akan bertambahlah pengangguran.
Daya beli pun akan
semakin berkurang dan keuntungan perusahaan semakin merosot. Akhirnya,
perusahaan terpaksa harus menekan jumlah pekerjanya lagi dan lagi, dan
demikian seterusnya, sehingga efek makronya akan besar sekali, apalagi dalam
keadaan seperti sekarang. Pertumbuhan ekonomi akan tersendat,
pengangguran meningkat dan ekonomi memburuk. Secara langsung maupun tidak
langsung, paradox of saving adalah serangan terhadap hidup hemat atau
serangan terhadap menabung. Inilah tipikal pemikiran ekonomi Keynesian.
Meski
Keynes memang bukan orang pertama yang berpandangan demikian, pandangan ini
menjadi amat populer lewat bukunya yang terbit di tahun 1930-an, The General
Theory. Dalam buku tersebut Keynes berpandangan bahwa tabungan atau
uang simpanan yang tidak memasuki pasar simpan-pinjam (sebagai contoh, uang
yang sering disimpan di bawah kasur) sebagai investasi adalah sebuah bentuk
kebocoran (leakage) dalam proses produksi-konsumsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar