Willingness to Pay - Kesediaan untuk Membayar
Abu Yuusuf
berjalan menikmati pagi di sekitar perumahan tempatnya tinggal. Dua
bidadari kecilnya Adinda Aisyah dan Adinda Annidasilmi mengiringi
langkahnya. Tiba-tiba Aisyah bertanya "Ayah, kok di sini tidak ada
tempat (baca: taman) bermain, tidak seperti di Pesantren Teteh, demikian
ia menyebut panggilan keluarga untuknya".
Abu Yuusuf tertegun sebentar sambil memandang puteri nya
dengan cinta. Kemudian iapun menjawab "Iya ya Teh, di sini memang belum
ada taman, memang teteh suka jika ada taman, tanyanya lembut kepada
puterinya sambil mengusap lembut hijab kuning yang menutup kepala
puterinya itu". Aisyah menjawab lirih "iya" sambil menganggukkan kepala
nya. Tiba-tiba Adinda Adindasilmi turut dalam percakapan sambil
menengadahkan kepalanya kepada Abu Yuusuf "Dinda juga mau". Abu Yuusuf
pun memandang lembut Annidasilmi sambil mengusap hijab hijau yang
menghiasi kepala puterinya itu.
Abu Yuusuf memandang sekeliling perumahan dan alam bawah
sadarnya pun bertutur kata membentuk cerita hati. "Hmmm... seandainya
taman itu ada, minimal seluas 500 meter persegi saja di perumahan ini,
maka aku bersedia dan rela mengeluarkan sejumlah dana sebagai bentuk
partisipasi untuk biaya perawatan taman sebesar Rp.25.000 per bulan atau
Rp.300.000 per tahun". "Indahnya mengajak puteri-puterinya
bermain di taman sambil menikmati sejuknya udara di bawah pohon rindang
yang menghiasi taman". Tak lama kemudian Abu Yuusuf dan puteri-puterinya
pun sampai di depan rumahnya.
Kesediaan membayar seseorang akan sangat tergantung pada
penilaiannya terhadap barang dan jasa yang diminatinya. Kesediaan
membayar seseorang tergantung pada karakteristik sosial ekonomi yang
melekat pada diri orang tersebut. Karakteristik sosial ekonomi tersebut
diantaranya dapat berupa usia, tingkat pendidikan, pendapatan dan
persepsi nya terhadap barang dan jasa yang dinilainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar