![]() |
|
|
Pemasaran Teripang Hasil Buka Sasi
di Tanimbar Selatan. Dibimbing oleh Ir. F. SYAUTA, M.Si dan Dr. Y. LOPULALAN, S.Pi, M.Si.
Secara khusus terdapat masalah dalam pemasaran
komoditi teripang di Kecamatan Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara Barat yakni
harga yang tidak stabil dan ketergantungan pemasaran teripang pada koperasi.
Harga komoditi teripang yang dijual langsung dari nelayan ke koperasi sangat
tinggi, tetapi bila koperasi membeli langsung dari nelayan maka
harganya relatif lebih rendah. Kemudian, terdapat perbedaan harga
masing-masing jenis komoditi teripang dan ukurannya pada masing-masing desa di
Kecamatan Tanimbar Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat saluran pemasaran, fungsi lembaga pemasaran, pemetaan pemasaran, biaya, margin, dan keuntungan pemasaran komoditi
teripang, serta menganalisis faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap volume
penjualan oleh produsen dalam pemasaran di Kecamatan Tanimbar Selatan.
Penelitian
ini dilakukan di tiga desa (Matakus, Letdalam dan Lermatang) pada Kecamatan
Tanimbar Selatan Maluku Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif. Pengumpulan data meliputi data primer dengan observasi dan
wawancara langsung maupun tidak langsung, dan data sekunder melalui survei
kepustakaan. Sampel diambil dengan jumlah 104, terdiri atas 1 koperasi,
3 lembaga pengelola, dan 100 masyarakat. Pengambilan sampel ini dilakukan
berdasarkan metode exhausting sampling dan stratified random sampling. Data
dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta analisis
regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
1) Tingkat saluran
pemasaran komoditi teripang di Kecamatan Tanimbar Selatan adalah saluran
pemasaran tingkat satu (one level).
Fungsi pemasaran yang dijalankan lembaga pemasaran adalah produsen menjalankan
enam fungsi pemasaran, pedagang pengumpul lokal menjalankan keseluruhan
(delapan) fungsi pemasaran, dan usaha pengolahan menjalankan tujuh fungsi
pemasaran. Dari peta pemasaran diketahui bahwa pemasaran komoditi teripang
dilakukan di wilayah Kecamatan Tanimbar Selatan yang melibatkan produsen dan
pedagang pengumpul lokal, selanjutnya di wilayah antar provinsi yang melibatkan
pedagang pengumpul lokal dan usaha pengolahan. 2) Total biaya pemasaran
komoditi teripang adalah Rp 25.995.546,- untuk satu kali periode pemasaran.
Lembaga pemasaran yang mengeluarkan biaya pemasaran tertinggi adalah pedagang
pengumpul lokal (76,70%), kemudian konsumen (22,71%), dan produsen (0,57%).
Kemudian margin pemasaran teripang adalah Rp 32.164,-/kg. Dari margin dan biaya
tersebut diperoleh rata-rata
keuntungan pemasaran di tingkat produsen adalah Rp 214.397,-/kg dan rata-rata
keuntungan di tingkat pedagang pengumpul lokal adalah Rp 29.241,-/kg. 3) Hasil analisis regresi menunjukan bahwa faktor periode sasi berpengaruh nyata terhadap volume
penjualan teripang oleh produsen
