Wikipedia

Hasil penelusuran

Tampilkan postingan dengan label janer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label janer. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 01, 2012

My Research




Pemasaran Teripang Hasil Buka Sasi di Tanimbar Selatan. Dibimbing oleh Ir. F. SYAUTA, M.Si dan Dr. Y. LOPULALAN, S.Pi, M.Si.

Secara khusus terdapat masalah dalam pemasaran komoditi teripang di Kecamatan Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara Barat yakni harga yang tidak stabil dan ketergantungan pemasaran teripang pada koperasi. Harga komoditi teripang yang dijual langsung dari nelayan ke koperasi sangat tinggi, tetapi bila koperasi membeli langsung dari nelayan maka harganya relatif lebih rendah. Kemudian, terdapat perbedaan harga masing-masing jenis komoditi teripang dan ukurannya pada masing-masing desa di Kecamatan Tanimbar Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat saluran pemasaran, fungsi lembaga pemasaran, pemetaan pemasaran, biaya, margin, dan keuntungan pemasaran komoditi teripang, serta menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap volume penjualan oleh produsen dalam pemasaran di Kecamatan Tanimbar Selatan.
Penelitian ini dilakukan di tiga desa (Matakus, Letdalam dan Lermatang) pada Kecamatan Tanimbar Selatan Maluku Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengumpulan data meliputi data primer dengan observasi dan wawancara langsung maupun tidak langsung, dan data sekunder melalui survei kepustakaan. Sampel diambil dengan jumlah 104, terdiri atas 1 koperasi, 3 lembaga pengelola, dan 100 masyarakat. Pengambilan sampel ini dilakukan berdasarkan metode exhausting sampling dan stratified random sampling. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 
1) Tingkat saluran pemasaran komoditi teripang di Kecamatan Tanimbar Selatan adalah saluran pemasaran tingkat satu (one level). Fungsi pemasaran yang dijalankan lembaga pemasaran adalah produsen menjalankan enam fungsi pemasaran, pedagang pengumpul lokal menjalankan keseluruhan (delapan) fungsi pemasaran, dan usaha pengolahan menjalankan tujuh fungsi pemasaran. Dari peta pemasaran diketahui bahwa pemasaran komoditi teripang dilakukan di wilayah Kecamatan Tanimbar Selatan yang melibatkan produsen dan pedagang pengumpul lokal, selanjutnya di wilayah antar provinsi yang melibatkan pedagang pengumpul lokal dan usaha pengolahan. 2) Total biaya pemasaran komoditi teripang adalah Rp 25.995.546,- untuk satu kali periode pemasaran. Lembaga pemasaran yang mengeluarkan biaya pemasaran tertinggi adalah pedagang pengumpul lokal (76,70%), kemudian konsumen (22,71%), dan produsen (0,57%). Kemudian margin pemasaran teripang adalah Rp 32.164,-/kg. Dari margin dan biaya tersebut diperoleh rata-rata keuntungan pemasaran di tingkat produsen adalah Rp 214.397,-/kg dan rata-rata keuntungan di tingkat pedagang pengumpul lokal adalah Rp 29.241,-/kg. 3) Hasil analisis regresi menunjukan bahwa faktor periode sasi berpengaruh nyata terhadap volume penjualan teripang oleh produsen